www.kambingkiloanciledug.com menyediakan hewan kambing, sapi, daging karkas serta paket aqiqah yang praktis dan terjangkau. silakan datang langsung ke Lapak kami

Search
Search:
Information
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
15 September 2018
Cara ternak kambing dengan untung besar
Cara ternak kambing dengan untung besar detail

15 September 2018
KARAKTERISTIK KAMBING DI INDONESIA
KARAKTERISTIK KAMBING DI INDONESIA detail

15 September 2018
Darimanakah Asal Usul dan Sejarah Kambing Etawa ?
Darimanakah Asal Usul dan Sejarah Kambing Etawa ? detail

15 September 2018
Rincian Modal Usaha Ternak Kambing Buat Pengusaha Pemula
Rincian Modal Usaha Ternak Kambing Buat Pengusaha Pemula detail

» index berita
USD Calc
US$ x Rp. 12,000 =
Rp.  
Others
Others
Others
Others
Pembayaran
BCA

476 801 4084 A.N RAHMAT HIDAYAT 


Mandiri

Others
Others
Flag Counter

SEPUTAR KAMBING

TIPS BETERNAK KAMBING

Kunci Sukses Ternak Kambing Secara Modern – ini adalah peluang bagi kita semua yang ingin bisnis peternakan terutamanya ternak kambing secara tradisional dan modern karena mempunyai potensi yang sangat lah besar asalkan di kelola dengan sangat lah serius dan di bekali dengan ilmu pengetahuan anda yang cukup untuk dapat mengembangkan ternak kambing modern ini.
Saat ini mulai banyak peternak kambing yang sudah mengunakan kemajuan teknologi dalam mengembangkan ternak kambing mereka . dengan adanya kemajuan ini peternak kambing semakin tertata dengan baik dan efektif . beberapa hal yang banyak perubahan dari teknologi ini yaitu dari cari pemberian pakan , jenis pakan dan kandang yang modern. Pada kesmpatan ini saya akan menjelaskan bagaimana kunci sukses ternak kambing secara modern.

TEKNIK FERMENTASI PAKAN TERNAK KAMBING
Pada peternakan modern saat ini sangat lah memanfaat kan peluang kerja sama dengan produsen obat-obatan sehingga peternak dapat mempermudah dalam penyediaan pakan pada kambing . hal ini dilakukan untuk mengunakan berbagai hasil limbah untuk dijadikan pakan kambing .limbah yang di maksud antara lain: jerami padi , gedebok pisang dan rumput yang kurang mengandung vitamin.
Teknik yang di gunakan adalah terknik fermentasi pakan , contoh simplenya yaitu: peembuatan fermentasi pakan dari jerami . seperti yang di ketahui bahwa peternakan kambing biasanya mempunyai sawah atau sebaliknya . namun limbah dari sawah atau jerami yang di kenal seringkalai kita liat tidak di gunakan sebagai alat alternatif untuk pakan bagi peternakan dan di biarkan sia-sia begitu saja bahkan di bakar oleh para petani .
Fermentasi jerami simplenya adalah proses pelapukan pada jerami dan menambah nilai nutris dan vitamin pada jerami , sehingga jerami bisa berfungsi sebagai pakan utama pada peternak untuk penganti pakan hijauan . proses ini di lakukan dengan mengumpulkan jerami , menimbunya tipis 30 cm dan di siram dengan beberapa campuran bahan fermentasi yaitu urea . diamkan selama 14 -21 hari sehingga jerami bisa di konsumsi oleh ternak kambing .
Bahan pakan fermentasi dari jerami terhitung sangat lah murah dalam biaya dan sangat lah mudah dalam membuatnya tidak perlua anda mengarit atau mencari pakan hijaun untuk kambing . hasil fermentasi juga bisa di packing juga seperti dadu agar dapat di simpan dengan rapi diatas kandang ataupun di gudang pakan agar bisa menjadi stok pakan berikutnya . teknik fermentasi ini adalah ternik modern yanga sangat lah irit pakan , irit biaya dan hasilnya lebih maksimal . denagn pemanfaat fermentasi jerami dapat membantu proses pengemukan kambing .

BENTUK KANDANG PETERNAK MODERN
Peternak modern telah mengunakan bentuk kandang panggung , dengan maksud :
1. supaya peternak dapat membersikan kotoran kambing dengan sangat lah mudah
2. peternak bisa mengumpulkan air seni kambing , agar bisa menjadi pupuk organik cair.
3. bentuk kandang panggung maka kambing tidak akan bersentuhan langsung dengan kotorannya sehingga kesehatan pada kambing tetap terjaga .
4. dengan kandang pangung , pemilik dapat menyeleksi kambing yang sehat dan yang terkena penyakit serta menyeksi umur pada kambing.
Jadi pakan yang di fermentasi dan juga bentuk kandang panggunga dalah kombinasi agar bisa menghasilkan input yang maksimalkan untuk hasil ternak. Teknik ternak kambing secara modren ini belum banyak di lakukan peternakan di indonesia . jadi anda harus lah mencoba nya agar peternakan yang ada di indonesia semakain sejahtera dan mandiri.

CARA MEMILIH KAMBING ​
1.Lihat panjang tubuhnya (Makin panjang, makin baik)
Panjang tubuh diyakini sebagai bibit yang baik bagi keturunan-keturunan kambing selanjutnya.

2.Lihat giginya (berlaku untuk kambing betina)
Jadi menurut ahli perkambingan asal Pleret, dan disepakati oleh consensus di pasar kambing Pleret, bahwasannya: Kambing yang belum ganti gigi (giginya masih putih) itu belum pernah bunting. Nah, indicator ini akan membantu anda untuk memperkirakan masa produktif si kambing, jika akan dikembangbiakkan.
3. Lihat Telinganya, semakin panjang semakin bagus
4. Lihat, apakah dia pakai kacamata atau tidak
Ada beberapa kambing kulit dekat kedua matanya berwarna hitam dan melingkar sedemikian rupa sehingga terlihat seperti memakai kacamata. Nah, kambing berkacamata ini lebih bagus ketimbang kambing yang tidak berkacamata.

5. Lihat lidahnya Kambing dengan lidah berwarna putih, biasanya akan lebih cerewet ketimbang yang berwarna merah.
6. Lihat tanduknya untuk kambing jantan.
Tanduk yang melengkung sempurna, tapi dese masih terlalu kecil untuk jadi pejantan!
Jika anda hendak memelihara pejantan, maka tanduk adalah factor penting kejantanan seekor kambing. Semakan kokoh dan melengkung sempurna semakin baik.

TIPS MEMILIH BIBIT KAMBING​
Ciri-ciri Bibit Kambing yang Bagus. Hal yang sangat penting dalam memulai usaha memelihara kambing baik untuk penggemukan maupun untuk breeding atau budidaya adalah bibit. Bibit yang baik menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha pemeliharaan ternak kambing. Perlunya pengetahuan ciri-ciri kambing bakalan yang baik atau kambing calon indukan yang baik sangat penting dikuasai oleh peternak kambing. Pemilihan bibit ternak kambing harus disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan dan bangsa kambing yang ada, contohnya untuk penghasil susu sebaiknya dipilih dari kambing Etawah/kambing Saanen. Bibit yang akan dipilih umurnya diatas 3 bulan atau lepas sapih.

Memilih ternak untuk dijadikan bibit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berdasarkan Silsilah keturunan kambing (jika ada recordingnya) dan Visual atau langsung melihat fisik kambing yang akan dipelihara. Dalam seleksi cara visual sebenarnya termasuk dengan perabaan.

Cara Seleksi Bibit Kambing berdasarkan Silsilah
Seleksi menggunakan silsilah keturunan didasarkan pada catatan prestasi tetua dari individu. Biasanya dilaksanakan pada seleksi galur murni, dimana hasilnya tidak perlu tampak. Dalam "garis keturunan" yang sama tidak semua sifat yang dituju dapat diturunkan. Biasanya cara ini diaplikasikan pada seleksi hewan-hewan muda yang belum berproduksi; atau terhadap sifat yang terkait seks. Misalnya memilih pemacak pada kambing perah, padahal seekor jantan tidak pernah menghasilkan susu, maka yang dilihat adalah produksi susu induknya.

Selain untuk menduga sifat unggul calon bibit yang dipilih, silsilah juga berguna untuk menghindari kemungkinan sifat kurang baik yang akan diturunkan, misalnya sifat keibuan yang tidak baik, kesulitan melahirkan dan lain – lain.

Seleksi calon bibit berdasarkan silsilah tidak dapat dilakukan jika tidak ada pencatatan (recording) yang baik dari peternak. Oleh karena itu sangatlah penting bagi pertenak melakukan recording, selain sebagai bahan evaluasi usaha juga sangat berguna untuk seleksi calon bibit.

Cara Seleksi Kambing berdasarkan Visual (eksterior)
Memilih ternak berdasarkan visual berarti kita memilih ternak berdasarkan sifat-sifat yang tampak. Memilih bibit dengan cara ini hampir sama saja dengan seleksi untuk tujuan produksi. Ternak untuk bibit sebaiknya dipilih pada waktu masih muda, paling tidak seumur pasca sapih, sehingga masih ada waktu untuk pemeliharaan yang ditujukan sebagai bibit.

Seleksi bibit jantan biasanya lebih diutamakan karena jantan mempunyai keturunan lebih banyak daripada ternak betina (seekor pejantan yang baik dan sehat akan mampu melayani 20 - 30 ekor betina). Selain sifat-sifat produksi, faktor kesehatan harus diperhatikan, faktor ini erat kaitannya dengan kemampuan reproduksi. Secara umum ternak calon bibit tidak cacat, kaki lurus dan tegak, lincah, dan tidak pernah terserang penyakit yang berbahaya. Pertumbuhan kelamin harus normal, kondisi tubuh tidak terlalu gemuk atau kurus.
Cara ini biasa dilakukan oleh petani ternak ketika memilih ternak di pasar hewan, dimana asal usul ternak pada umumnya tidak diketahui, dalam keadaan seperti itu biasanya dipilih ternak yang penampakan fisiknya paling bagus dibanding ternak yang lain.

Berikut ini ciri – ciri visual yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bibit kambing:

Umur pubertas/dewasa kelamin.
Kesuburan dan jumlah anak sampai sapih.
Bobot lahir,
bobot sapih
bobot badan dewasa.
Sifat keindukan.
Bentuk tubuh
Tidak ada cacat

Untuk Betina Calon Bibit:
Bentuk tubuh kompak/padat.
Dada dalam dan lebar.
Garis punggung lurus.
Bulu bersih dan mengkilat.
Badan sehat dan tidak cacat.
Bentuk kaki normal.
Kaki lurus dan kuat.
Tumit tinggi.
Bentuk ambing normal dan simetris (kiri dan kanan sama besar).
Tidak terlalu menggantung.
Jumlah putting dua buah.
Bila diraba halus dan kenyal.
Tidak ada infeksi atau pembengkakan
Kesuburan
Asal dari keturunan kembar/lebih dari dua.
Alat kelamin normal.
Keadaan Gigi
Jumlah gigi lengkap.
Rahang atas dan bawah rata.
Sifat Keindukan
Mempunyai sifat mengasuh anak yang baik.
Penampilan jinak dan sorot matanya bersifat ramah.
Umur
Betina muda siap dikawinkan pertama kali pada umur lebih kurang 10-12 bulan, walaupun pada umur 8 bulan sudah menunjukan birahi sebaiknya jangan dikawinkan dahulu karena belum dewasa tubuh.
Induk masih produktif sampai umur 5-6 tahun.

Pejantan Calon Bibit
Bentuk Tubuh
Tubuh besar, relatif panjang.
Pilih yang besar diantara jantan yang umurnya sama.
Dada dalam dan lebar.
Bagian tubuh belakang lebih besar dan tinggi.
Badan sehat dan tidak cacat.
Bulu bersih dan mengkilat.
Bentuk Kaki
Bentuk kaki normal.
Kaki lurus dan kuat.
Tumit tinggi.
Kesuburan
Calon pejantan berasal dari keturunan kembar.
Alat kelamin kenyal dan dapat ereksi.
Buah zakar normal (ada buah, sama besar dan kenyal).
Penampilan
Penampilan gagah.
Aktif, besar tenaga dan nafsu kawinnya.
Umur
Untuk dikawinkan sebaiknya dipilih pejantan yang berumur antara 1,5 sampai 3 tahun.
Cacat Tubuh
Kambing yang mempunyai cacat tubuh jangan dipilih untuk bibit. Cacat tubuh tersebut antara lain:
Rahang atas dan bawah tidak rata.
Mata buta atau rabun. Untuk mengetahui ternak buta atau tidak, dapat diketahui dengan menunjuk-nunjukkan jari telunjuk di depan matanya, apabila ada reaksi dengan mengedipkan mata maka ternak tersebut tidak buta.
Kaki berbentuk hurup X.
Tanduk yang tumbuh melingkar menusuk leher.
Buah zakar hanya satu atau mempunyai dua buah tetapi besarnya tidak sama.
Adanya infeksi atau pembengkakan pada ambing/buah susu (untuk betina).
Tumit rendah.
Ternak majir atau mandul.

CIRI KAMBING BUNTING

Ciri Kambing Bunting – Tanda – tanda kambing bunting ini merupakan salah satu hal yang sangat menyulitkan bagi peternak, untuk membedakan kambing bunting atau tidaknya. Dalam menentukan kebuntingan pada ternak kambing atau domba ini hampir sama namun memiliki perbedaan yang menipis saja. Pembedaan tanda bunting pada ternak kambing ini harus dilakukan dengan pengamatan kambing terlebih dahulu dan juga melakukan analisas pada kambing yang sudah di curigai mengalami kebuntingan.

Review kebuntingan pada kambing ini sekitar 21 hari ( 5 bulan ) selama kebuntingan pada kambing akan mengalami kegelisan dan juga nafsu makan menurun. Namun, ada beberapa tanda khusus ternak kambing ini mengalami kebuntingan yaitu antara lainnya adalah.

Tanda dan ciri kambing bunting
Pada umumnya, kambing yang baru pertama kalinya akan menyulitkan untuk membedakan kambing tersebut mengalami kebuntingan. Selain itu, kebuntingan di awal juga seperti itu sangat menyulitkan karena belum memiliki tanda khusus di bagian eksternal pada kambing tersebut. Namun, ada beberapa ciri kambing sudah mengalami kebuntingan selama awal memasukan tiga bulan pertama yaitu :
Kambing sudah jinak, dan juga bersifat tenang.
Bagian kulit pada ambing sudah lentur
Bagian pusar sudah mulai melebar
Nafsu makan mulai meningkat
Badan sudah terlihat gemuk pada biasanya
Bulu sudah mengkilap kembali
Setalah usia kehamilan sudah dalam periode bulan ketiga kambing dara yang sudah mengalami kebuntingan lebih mudah dikenali dan juga mulai tampak fisik serta tampak bentuk bagian perut. Perut membesar sesuai dengan perkembangan embrio yang ada di dalam perut kambing.

Tanda dan ciri kambing yang sudah pernah hamil
Kambing yang sudah beranak dua kali dapat mudah ditentukan dalam jangka waktu kurang dari 2 bulan ( 8 minggu ), sudah dapat menentukan kambing tersebut hamil atau tidaknya. Hal ini sangat berbeda dengan kambing dara yang baru pertama kalinya bunting, kambing yang sudah pernah bunting akan memiliki ciri – ciri sebagai berikut.
Ambing sudah membesar dan juga mengeluarkan cairan lengket di bagian tersebut
Bagian serviks mengeluarkan cairan putih
Bagian pusar sudah melebar
Nafsu makan meningkat
Menurunnya tingkat kegelisahan
Perut sudah membesar
Bagian pangkal pinggul melebar

Tanda dan ciri kambing yang ingin melahirkan
Induk ternak mulai gelisa
Lendir sumbat serviks cair
Kolesterum telah menjadi cair dan mudah dipencet keluar
Edama pada vulva
Itulah ciri dan tanda ternak kambing yang bunting semoga informasi yang kami berikan berguna dan bermanfaat bagi anda.

PERAWATAN KAMBING BUNTING​
Kali ini kita akan membahas caranya merawat kambing yang sedang hamil atau bunting sampai pada melahirkan. Dalam usaha beternak kambing, setelah kambing dikawinkan maka kambing pasti akan mengalami masa kebuntingan atau hamil. Pada masa ini kambing membutuhkan perawatan berbeda dari kambing biasa pada umumnya, jadi penting untuk tau ciri-ciri kambing yang sedang hamil. Pada saat melahirkan, kita juga perlu tau tandanya agar dapat memastikan apakah proses kelahirannya normal atau harus dibantu.

Perawatan Kambing yang Hamil

Langkah selanjutnya adalah perhatian khusus pada kambing yang sedang hamil. Perhatian khusus tersebut mencakup perawatn dan pemberian pakan, bertujuan meminimalisir terjadinya keguguran atau Keluron, serta kesulitan proses kelahiran nantinya yang bisa membahayakan kambing.

Kambing hamil harus di tempatkan pada kandang yang terpisah untuk menghindari gangguan dari kambing lain. Harus di jauhi dari perkelahian agar tidak terkena pukulan atau tandukan kambing lainnya. Lantai kandang tidak boleh licin agar si kambing tidak tergelincir, kandang juga harus cukup luas agar si kambing leluasa bergerak. Selain itu, kandangnya juga harus dapat sinar matahari yang cukup setiap hari, agar induk kambing tetap sehat dan kuat sampai tiba saat kelahiran.

Kambing yang hamil perlu sesekali di keluarkan dari kandang, tapi hati-hati saat mengeluarkannya jangan sampai si kambing terjatuh atau meloncat tiba-tiba yang bisa membahayakan kandungannya. Hal ini diperlukan agar kambing bisa berolahraga atau berjalan-jalan. Sehingga kambing tidak menjadi terlalu gemuk karena kurang bergerak dan bisa mengakibatkan peredaran darah kurang lancar serta membuat proses kelahirannya sulit. Hindari suasana yang ramai atau bising, bisa mengakibatkan si kambing tidak nyaman atau stres dan bisa berakibat keguguran.

Pakan yang dibutuhkan kambing kambing hamil pasti bertambah seiring usia kehamilannya, peningkatan kualitas dan kuantitas pakan hendaknya diberikan mulai usia kehamilan 2-3 bulan. Pada usia inilah janin dalam kandungan semakin cepat tumbuh dan butuh pasokan makanan bergizi yang banyak. Selain itu, kelenjar susu kambing mulai memproduksi susu seiring ditandai membesarnya ambing. Tapi, jangan memberikan makan yang berlebihan agar janinnya tidak terlalu besar sehingga membuat sulit proses kelahiran.

OBAT TRADISIONAL UNTUK TERNAK KAMBING

1. Meningkakan stamina / daya tahan tubuh / stress
Ternak kambing yang habis dari perjalanan jauh, perubahan musim dan masih dalam proses adaptasi atau penyesuaian lingkungan baru kambing akan mengalami penurunan stamina, daya tahan tubuh dan stress yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan ternak kambing mudah terserang penyakit bahkan berakibat pada kematian.

Tanda klinis :
Kambing menjadi lesu dan tidak bergairah, nafsu makan berkurang bahkan hilang dan kambing terlihat sering duduk-duduk.

Pencegahan :
Tempatkan kambing pada kandang/lokasi yang teduh, hindari kegaduhan atau kegiatan yang membuat ternak kaget, berikan pakan sesuai daerah asal (ramban atau dedaunan yang sudah layu ± 3 jam).

Ramuan yang dapat dipilih :
a. Larutkan gula merah ¼ kg dicampur asam jawa secukupnya. Jamu ini diberikan setelah kambing sampai di kandang atau dari perjalanan jauh (pra droping), cuaca di sekitar kandang memburuk (terik panas/hujan) dan pada saat satu bulan pertama droping/adaptasi. Jamu ini diberikan 1 (satu) minggu satu kali dan dua hari berturut-turut sesaat setelah droping.
b. Madu ¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.

2. Meningkatkan nafsu makan
Dengan meningkatnya nafsu makan kambing maka produktifitasnya akan meningkat dan ternak dapat terjaga stamina, daya tahan tubuh, strees dan penyakit. Untuk itu, upaya meningkatkan nafsu makan perlu terus dilakukan.
Ramuan yang dapat dipilih :
a. Daun talas 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan direbus selama 15 menit. Daun yang sudah matang dijadikan untuk tiap ekor kambing.
b. Kencur segar 1 ons, diparut dan dicampur kuning telur ayam 1 butir, jamu ini diberikan setiap 3 hari sekali sampai kondisi makan kambing normal.
c. Mentimun 2 buah diparut, lalu dicampur garam dapur, asam jawa, terasi dan air secukupnya. Ramuan ini siap diberikan pada kambing untuk sekali pemberian.
d. Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar ibu jari, terasi dan garam dapur secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditambahkan air secukupnya. Ramuan ini diperas dan airnya disaring dan diberikan pada 2 ekor kambing.
e. Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi dan garam dapur secukupnya kemudian bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air dan airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing.

3. Perut kembung (tympani / bloat)
Kembung disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan tubuh sehingga menimbulkan kesakitan, pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat.
Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut :
Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi.
Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat difermentasi seperti kol, lobak dan wortel secara berlebihan.
Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kurang mendapat hijauan berserat.
Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak.
Bila keadaan memaksa, hijauan sebaiknya diberi percikan minyak kelapa.
Tanda klinis :
Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas.
Perut bagian kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.
Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.
Ternak jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak dapat mati mendadak.
Pengobatan jamu :
a. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ - 1 gelas) dengan cara dicekok.
b. Kambing dicekok 200 cc “sprite/soda”, lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila angin sudah keluar melalui anus, kedua kaki depan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut kambing disumbat dengan kayusecara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.
c. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun papaya.

4. Kudis/Kurap (Scabies)
Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain.
Tanda klinis :
Kulit tampak bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga mengalami kekakuan, penebalan dan bersisik.
Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang karena gatal, bulu rontok.
Ternak kurus, nafsu makan berkurang, kekurangan darah dan produksi susu menurun.
Pencegahan :
Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar atau pernah terdapat ternak kudisan.
Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat dan hindari kontak langsung dengan ternak sehat.
Pengobatan :
a. Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan dengan sabun antiseptik/deterjen.
b. Oli bekas 1 liter, minyak goreng 1/3 gelas, minyak tanah 1/3 gelas, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah 5 , siung, bawang putih 5 siung, belerang 1 ons. Semua bahan dihaluskan dan dicampur menjadi satu sampau rata, dioleskan setiap 3 hari sekali sengan menggunakan sabut kelapa sampai keropeng mengelupas.
c. Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali.
d. Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
e. Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang kudis.

5. Mata Belekan (Pink eye)
Kambing yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu ini disebabkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Walaupun demikian penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan Ricketsia.
Tanda klinis :
Mata mengeluarkan air, tertutup dan§ berkedip-kedip.
Mata membengkak,§ merah, kemudian keruh dan timbul borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.
Pencegahan :
Kebersihan kandang§ dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit.
Pakan dipotong pendek agar§ tidak melukai mata.
Memandikan§ kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca cerah.
Pengobatan :
Mata ternak dicuci dengan air hangat.
Bahan; air teh basi 1 gelas, daun sirih 10 lembar dihaluskan, garam 1 sendok makan. Bahan dicampur menjadi satu, semprotkan pada mata setiap pagi. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh.

6. Mencret (Diare)
Mencret terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.
Tanda Klinis :
Feses atau kotoran§ kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.
§ Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.
Pencegahan :
Hindari hijauan§ kacang-kacangan atau daun muda secara berlebihan.
§ Jaga sanitasi kandang.
Pengobatan jamu :
a. Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan daun buni.
b. Daun jambu biji 5 lembar, garam dapur 2 sendok makan, air kelapa 1 gelas. Bahan dicampur menjadi satu, berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.

7. Keracunan
Tanda-tanda keracunan ialah mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan terkadang mati mendadak. Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun singkong dan daun dadap serep.
Pengobatan :
a. Minyak kelapa 1 gelas, air kelapa muda 1 gelas, garam 3 sendok makan, asam jawa secukupnya. Campur semua bahan sampai rata berikan pada ternak sebanyak 1/2 gelas. Berikan 3x dalam sehari.
b. Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.

8. Kaki Pincang
Biasanya kambing pincang karena terperosok/terjepit lantai kandang.
Kambing yang pincang dapat diobati dengan ramuan daun sereh. Seikat daun sereh ditumbuk sampai lembut, lalu dibalutkan pada kaki. Agar tidak lepas ramuan ini diikat dengan perban atau potongan kain. Pembalutan ini di ganti setiap 3 hari sekali sampai sembuh.

9. Cacingan
Cacing yang banyak menimbulkan kerugian pada kambing adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup sebagai parasit di pencernaan kambing menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun yang mengakibatkan kambing menjadi lemah dan lesu.
Tanda klinis :
Kambing terlihat kurus, lemah, pucat,§ bulu berdiri dan kusam.
Kambing§ diare, nafsu makan berkurang, perut membesar dan produksi susu menurun.
Pengobatan jamu :
Bahan; buah pinang tua sebanyak 2 buah, gula jawa 2 sendok makan, daun tembakau 5 lembar, serbuk getah papaya muda 1 sendok makan.
Haluskan semua bahan dan dicampur menjadi satu sampai rata. Berikan pada ternak bebesar ibu jari tangan. Betikan dengan jadwal hari ke-1, hari ke-5, dan hari ke-10.

10. Meningkatkan libido pejantan
Agar dapat mengawini betina sebagai pemacek, pejantan membutuhkan perawatan intensif. Selain diberi cukup pakan, juga perlu diberi obat penyehat tubuh dan penambah gairah kejantanan.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
a. Madu ¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.
b. Lada 100 gr disangrai sampai kering, lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk halus. Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0,5 kg, kuning telur 5 butir dan madu 1 sendok makan hingga terbentuk adonan kental. Adonan dibentuk butiran sebesar ibu jari dan dijemur samapi kering. Sebanyak dua butir diberikan sehari sebelum digunakan sebagai pejantan dan sesaat setelah digunakan.

11. Keropeng di mulut (Orf)
Keropeng dimulut sangat menular ke ternak lain bahkan dapat menulari manusia (bersifat zoonosis). Orf disebabkan oleh virus Parapoxvirus.
Bahan; kapur sirih, biji pinang, dan kunyit dengan perbandingan 2 : 2 : 1.
Pembuatan; semua bahan dicuci besihkan dan dihaluskan sampai berentuk pasta.
Pengobatan; pasta yang sudah jadi dapat diberikan dengan dioleskan tampa harus mengelupas keropeng.

12. Kutu
Kutu hidup dan bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghisap darah sehingga mengakibatkan gatal, lemah, kekurangan darah, dan ternak mudah terserang penyakit lain terutama scabies.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih untuk menghilangkan kutu;
a. Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, dan biji sirsak 10 butir ditumbuk halus, lalu dicampur air 20 liter. Ramuan ini disaring dan airnya digunakan untuk membilas kambing yang sudah dimandikan atau di semprotkan ke seluruh badan ternak.
b. Buah pinang yang muda sampai hijau sebanyak 20 biji di haluskan dan dicampur dengan kapur semut (kapur ajaip). Ramuan ini di campur dengan air 5 liter dan di balurkan ke seluruh tubuh ternak.

13. Meningkatkan produksi susu
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih untuk meningkatkan produksi susu;
a. Daun katu 3 genggam halus, daun pepaya muda 3 genggam halus, ½ kg jahe, ¼ kg asam, 3 butir telur, garam 1 sendok makan. Jahe diambil sarinya, asam diambil sarinya, dicampur dengan garam,telur, daun katu dan pepaya. Berikan setiap hari sebanyak ¼ gelas dengan dicekokkan, selama produksi susu menurun.
b. Daun papaya muda dan daun katu direbus selama 15 menit dan diberi garam dapur secukupnya. Ramuan ini diberikan sebagai pakan 3 hari sekali dari mulai 1 bulan sebelum kelahiran sampai 2 bulan kelahiran.

14. Korengan/belatungan (Myasis)
Korengan/belatungan pertama biasanya disebabkan oleh luka karena kandang yang tidak nyaman dan juga pada ternak betina setelah melahirkan karena sisa darah yang tidak dibersihan atau pada anak baru lahir karena tidak diberi antiseptik/anti lalat di bagian pusar.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
a. Luka/koreng dibersihan dengan air, kemudian di beri dengan tembakau yang sudah dibasahi dan ditutup dengan perban dan diganti setiap hari sampai belatung keluar.
b. Luka yang sudah belatungan disiram dengan minyak kayu putih kemudian di sumbat dengan tembakau yang sudah dibasahi dan dibalut dengan perban.

“SELAMAT MENCOBA”